INI DIA PENYEBABNYA: Setelah sekian lama sekarat, Adobe Flash kini resmi tutup usia.

INI DIA PENYEBABNYA: Setelah sekian lama sekarat, Adobe Flash kini resmi tutup usia.
4.5 (90%) 2 votes

Kabar duka bagi penggemar animasi berbasis web. Flash, yang dulu menjadi favorit animator dan mampu menggapai popularitas yang sangat tinggi, karena Flash mampu menjadi alat utama untuk menciptakan game berbasis web dan animasi dengan sangat mudah.

Namun semenjak merebaknya perangkat mobile seperti smartphone dan tablet, popularitasnya mulai menurun drastis. Utamanya semenjak Apple secara terang-terangan tidak mau menggunakan teknologi flash, kemudian mulai diikuti oleh perusahaan lain.

Mendiang Steve Jobs benar! Walaupun sempat bersitegang dengan Adobe selaku pemilik Flash, nyatanya Flash kini benar-benar ditinggalkan dan resmi menutup usia di tahun 2020.

di saat era mobile ini, semuanya herus menggunakan perangkat berdaya rendah, antarmuka sentuh, dan standar web terbuka, area di mana Flash tertinggal’. – Steve Jobs

Apa yang membuat Flash ditinggalkan? Ini dia rangkumannya:

  1. Butuh plugin khusus untuk dapat menjalankan konten berbasis Flash
    Dulu, kamu tidak akan pernah bisa memutar video di YouTube tanpa memasang plugin Flash terlebih dahulu. Mulai tahun 2015 YouTube tidak lagi menggunakan Flash, beralh ke HTML5.
    Dengan HTML 5, kamu tak perlu lagi menginstal PlugIn. Jalankan browser, semua beres!
  2. Membutuhkan banyak sumber daya terutama RAM & baterai
    Web yang memiliki konten flash akan dimuat lebih lambat daripada web yang tanpa memasang konten flash. Di era yang serba cepat ini, perbedaan beberapa detik pun, orang akan memilih web yang proses loadingnya lebih cepat.
    Saat kamu membuka banyak tab dengan konten-konten flash di dalamnya, hal tersebut akan membuat browser kamu crash! Sehingga kamu harus memuat semuanya dari awal lagi.
    Terlebih konsumsi daya yang diperlukan pun teramat besar, sehingga Flash sangat tidak cocok diterapkan pada perangkat mobile yang memiliki daya yang terbatas.
    Seperti yang dikatakan di atas, YouTube pun telah meninggalkan Flash dan beralih ke HTML5. Penggunaan HTML5 secara default akan mengurangi konsumsi bandwidth, load time dan ukuran berkas karena ia sudah mendukung VP9 codec
  3. Rentan disusupi script-script berbahaya dan kurangnya tingkat keamanan
    Sebelumnya, lubang keamanan besar dalam Flash baru-baru ini terungkap setelah perusahaan spyware, Hacking Team, mengumumkan bahwa data cache file sebesar 400 GB miliknya telah dibobol.Peretas memanfaatkan kelemahan dalam Flash yang sudah ada selama ini dan belum disadari oleh banyak orang. Walau Adobe telah buru-buru menambal lubang keamanan tersebut dengan merilis update, Hacking Team menyebutnya sebagai bugterbesar Flash sepanjang empat tahun belakangan ini, dan hal itu telah membuat Flash kehilangan kepercayaannya dari segi keamaanan.
(Visited 46 times, 1 visits today)

Related posts: