TIPS & TRIK: Mempercepat performa Android yang lemot (Axioo Picopad GIM)

TIPS & TRIK: Mempercepat performa Android yang lemot (Axioo Picopad GIM)
4.83 (96.67%) 6 votes

Tablet low end memang memiliki spesifikasi yang sangat terbatas, dengan harga murah kita memang tidak bisa mengharapkan performa yang wah. Jangan dibandingkan dengan Samsung Galaxy Tab series yang performanya bagus, karena harganya juga relatif jauh.

Lihat jawaba dari Axioo, apa hubungannya coba? *Ngakak guling-guling* Sumber: https://www.facebook.com/axioo.id/posts/703920242967383
Lihat jawaba dari Axioo, apa hubungannya coba? *Ngakak guling-guling*
Sumber: https://www.facebook.com/axioo.id/posts/703920242967383

Seperti tablet yang sekarang berada di tangan saya ini, Axioo Picopad GIM, yang dibeli dengan harga 1,5 jutaan, membuat saya stres, gila dan frustrasi! Bagaimana tidak? Tablet ini rasanya harus saya tinggal makan siang dulu (+ bobo nenen), baru perintah/aplikasi yang terakhir dapat dijalankan! Terkadang, aplikasi yang dijalankan tak kunjung terbuka, malah muncul “not responding, wait or close?” muncul berkali-kali walaupun saya tekan tombol wait.

Lalu, adakah cara untuk mempercepat performa-nya? Yang jelas pasti ada, setidaknya bisa mengurangi tingkat stres pada pemakaiannya yang super lemot.

Trik ini juga bisa diaplikasikan pada beberapa ponsel atau tablet low-end lainnya, seperti Evercoss, Mito, dkk.

TIPS & TRIK:

Step 1: Download aplikasi Task Killer

Task killer Android
Task killer Android

Aplikasi task killer ini fungsinya untuk membunuh aplikasi yang berjalan di belakang, daripada kita harus ‘force close’ aplikasi satu-satu di menu pengaturan, aplikasi ini sangat membantu untuk membunuh aplikasi sekaligus!

Silakan download aplikasi task killer di Play Store. Yang mana saja! Suka suka deh! Yang pasti, pilih aplikasi yang ratingnya tinggi, dan memiliki ukuran yang kecil. Kalau ukurannya besar, ya bisa-bisa makin lemot deh!

Tidak direkomendasikan menggunakan Clean Master dan sejenisnya yah! Tidak usah saya jelaskan di sini sebabnya, mungkin akan saya buatkan di artikel yang lain, atau coba saja searching!

Aplikasi task killer ini cukup didownload dulu, akan kita gunakan pada tahap ke-lima nanti.

Step 2: Masuk ke setting

2016_12_10_14-28-48Masuk ke menu setting, berbagai macam cara agar kamu bisa masuk ke menu setting, terserah, yang penting menu setting bisa terbuka. Bisa tekan icon settings, atau buka menu lalu cari icon settings, atau bisa juga melalui status bar (atau apalah namanya) lalu klik manu settings.

Ibarat mesin, di sinilah pengaturan dari mesin kita. Artinya kita bisa mengatur Android kita di menu setting ini.

Kalo gak ketemu, coba cari dengan keyword “pengaturan” (yaelah gaptek amat sih lo)! Kalo masih bingung juga, coba ganti dulu deh setting bahasa Android kamu sementara jadi bahasa Inggris.

Udah ketemu? oke, kita masuk ke tahap selanjutnya.

Step 3: Masuk ke Developer Options

2016_12_10_14-29-40

Gulir ke bagian bawah di menu utama settings, cari developer options, lalu klik!

Kalau developer options tidak ada, kamu loncat aja di tahap “note” di bawah,  Note: Cara mengaktifkan Developer Options di Android.

Developer options ini sebetulnya dibuat sebagai menu khusus bagi kamu sang developer! Kalau kamu bukan developer, ya pura-puralah menjadi developer dalam sehari.  Ya, karena menu di dalamnya bukan menu untuk orang awam, jadi jang pencet sana-sini ya! Cukup ikuti sesuai instruksi yang ada. Atau “do, with your own risks!”

Oke sip, kita masuk tahap selanjutnya.

Step 4: Pada bagian Apps, Set pengaturannya

2016_12_10_14-30-11Pada menu developer options, di sebelah kanan, seret juga ke bagian bawah dan cari di grup “Apps” (lihat gambar!). Pada tablet/ponsel lain mungkin posisi letaknya bisa beda!

Setting pengaturannya:

  1. Don’t keep activities ==> Ceklis
  2. Background proccess limit ==> standar limit ganti ke no process atau none
  3. Show all ANR’s ==> Ceklis

penjelasan mengenai ke-tiga menu di atas akan dibahas nanti di bagian mawah.

Step 5: Buka aplikasi Task Killer, ‘bunuh’ semua proses yang berjalan!

2016_12_10_15-40-43Cara pastinya, tergantung aplikasi apa yang kamu pakai, yang penting di sini adalah kita bunuh semua aplikasi yang berjalan di belakang! Karena memang, android low end memiliki RAM yang sangat terbatas, inilah yang menjadi penyebab utama perangkat android kamu lemoot!

Lakukan langkah ini setiap kali kamu menyalakan perangkat kamu, karena beberapa aplikasi seperti BBM, Facebook, Path dan aplikasi chatting & jejaring sosial memang akan otomatis menyala sendiri saat perangkat dinyalakan.

Lakukan langkah ini juga saat perangkat kamu mulai lemoot lagi!.

 

Catatan:

Note: Cara mengaktifkan Developer Options di Android

2016_12_10_14-31-26

Jika developer options tidak ada, maka kamu harus mengaktifkannya. Seperti dibahas sebelunya, menu ini memang diciptakan bukan untuk pengguna biasa, melainkan untuk para developer atau pengembang aplikasi/android, makanya pada kondisi “normal” menu ini akan disembunyikan.

Caranya: Aktifkan developer options dengan menekan Build number pada menu About tablet sebanyak beberapa kali (7 kali, atau sebanyak-banyaknya!) sampai muncul pesan “you are now a developer”

 

Note: Penjelasan pada step 4

Don’t keep activities, berfungsi agar aplikasi yang kita buka kemudian kita hilangkan dari layar, maka aplikasi tersebut akan langsung tertutup tanpa bisa berjalan di belakang layar.
Background proccess limit, berfungsi untuk membatasi berapa banyak proses yang bisa berjalan di belakang layar, semakin sedikit maka akan semakin membuat androidmu gesit!
Show all ANR’s, berfungsi untuk memunculkan pesan “wait and close” untuk aplikasi yang berjalan di belakang, jika muncul pesan ini, tekan saja close!

Note: Risiko dan hasil

Setelah melakukan 5 langkah di atas, perubahan pada performa tablet saya akui lebih gesit (walaupun gak gesit-gesit amat). Hal itu dikarenakan, tablet kita disetting menjadi tablet yang tidak haus akan RAM, karena proses di belakang layar kita batasi!

Risikonya adalah, notifikasi seperti BBM dan facebook, serta sosmed lainnya tidak akan muncul, kecuali kita buka aplikasi yang bersangkutan. Menurut saya, hal ini tidak masalah (daripada tablet kamu lemot) karena tablet biasanya tidak dibawa ke mana-mana di kantong, dan bukan digunakan sebagai alat komunikasi utama, karena tablet memang peruntukannya adalah sebagai e-book reader, browsing, main game, dan nonton film

 

 

 

(Visited 1.131 times, 5 visits today)

Related posts: